Apakah Efektif Minum Susu Pelancar ASI selama Menyusui

Pasokan ASI yang berlimpah selama menyusui adalah harapan besar bagi setiap ibu. Untuk mencapai hal ini, tidak sedikit ibu menyusui yang mau mengkonsumsi berbagai herbal, makanan dan minuman yang dikatakan efektif dalam meningkatkan produksi ASI. ASI, misalnya, dikatakan meningkatkan jumlah ASI. Namun, benarkah atau tidak?

Benarkah susu yang memfasilitasi susu dapat bekerja secara efektif?

susu menyebabkan kanker
ASI adalah salah satu dari banyak upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Dalam hal ini, ASI yang memfasilitasi ASI memasuki toko ASI.

Mengutip dari Perhimpunan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI), lactogogo adalah bahan dan zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan, dan meningkatkan produksi susu. Ini karena produksi susu yang rendah biasanya menjadi alasan utama mengapa ibu menyusui dipaksa untuk berhenti menyusui secara eksklusif.

Atas dasar ini, saya mencari berbagai makanan dan minuman yang dapat membantu mengatasi masalah ini, salah satunya adalah minum susu sebagai fasilitator susu. ASI yang memiliki tugas meningkatkan jumlah ASI dapat diolah dari berbagai bahan utama.

Faktanya, jika susu ini efektif dalam meluncurkan produksinya, belum terbukti secara ilmiah. Namun, dilihat dari bahan utama yang sering dijadikan andalan dalam ASI, ada beberapa komposisi utama.

Biasanya, itu berasal dari susu sapi olahan, kedelai dan almond. Di bawah ini adalah penjelasan setiap bahan dalam susu yang memfasilitasi susu dan hubungannya dengan produksi susu:

Susu sapi
Dilihat dari kandungan utamanya, susu sapi kaya akan kalsium dan asam lemak esensial, atau asam lemak esensial (EFA). Kedua bahan ini dipercaya dapat merangsang produksi ASI saat menyusui.

Tidak hanya itu, ASI yang diolah dari susu sapi umumnya juga mengandung banyak zat besi. Padahal, rendahnya kadar zat besi dalam tubuh bisa memengaruhi penurunan jumlah ibu menyusui.

Ini dijelaskan oleh Departemen Kedokteran dan Kesehatan Keluarga Universitas Wisconsin. Di sisi lain, minum susu dengan secara tidak langsung memfasilitasi susu sapi telah membantu mencegah kemungkinan anak-anak mengalami susu alergi sapi.

kacang kedelai
Selain ASI, bahan lain yang sering digunakan sebagai “bintang” utama dalam kandungan ASI adalah kedelai. Ini dijelaskan oleh sebuah studi 2018 di Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Penelitian yang dilakukan pada 40 partisipan ibu menyusui menemukan bahwa pemberian susu kedelai sebenarnya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Ini diduga karena kedelai mengandung isoflavon di dalamnya.

Isoflavon adalah asam amino yang mengandung vitamin dan berbagai nutrisi yang memperkaya kandungan kedelai. Ada berbagai manfaat yang ditawarkan oleh isoflavon untuk kesehatan tubuh.

Mulai dari peningkatan sistem kekebalan, dari kontrol tekanan darah, dari pemeliharaan kadar kolesterol dan sebagainya. Di sisi lain, menurut penelitian, isoflavon dalam kedelai olahan diyakini berkontribusi terhadap peningkatan produksi susu.

Bahkan, isoflavon juga bisa mengurangi risiko kanker payudara pada ibu menyusui.

kacang almond
Jenis kacang lain yang biasanya diproses menjadi susu yang memfasilitasi susu adalah kacang almond. Alasannya adalah bahwa kandungan legum dikenal untuk mendukung produksi ASI, sambil mempertahankan kepadatan warna ASI pada ibu menyusui.

Selain itu, almond juga dilengkapi dengan nutrisi seperti lemak, protein, vitamin, mineral dan serat. Dengan cara ini, ini dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.
Sangat menarik untuk dicatat bahwa lemak dalam almond adalah asam lemak tak jenuh rantai tunggal. Jenis lemak ini cukup sehat, karena dapat mengurangi kadar lemak “jahat” atau LDL dan menggantinya dengan lemak LDL “baik”.
Rajin menyusui, cara yang sangat mudah untuk meningkatkan produksi ASI
bayi membutuhkan ASI membutuhkan ASI yang baru lahir
Upaya meningkatkan produksi ASI bukan hanya dengan meminum ASI yang memfasilitasi ASI. Atau, Anda dapat meningkatkan frekuensi menyusui setiap beberapa jam atau memompa ASI secara teratur.

Ini karena semakin sering Anda menyusui dan memompa ASI, pasokan ASI habis secara otomatis di payudara lebih cepat. Peningkatan frekuensi menyusui juga disertai dengan tingkat hormon pemanjangan yang lebih tinggi.

Baca juga :