Olah raga malam selama Ramadhan, bisa atau tidak?

Banyak orang merasa lemah dan tidak bersemangat selama puasa hari itu, jadi hindari melakukan olahraga pagi atau sore. Selain itu, karena puasa, kita tidak bisa minum ketika kita haus di tengah sesi olahraga. Tidak heran jika olahraga di malam hari adalah pilihan bagi banyak orang selama bulan Ramadhan. Tetapi apakah ini sehat? Bagaimana aturannya aman? Lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Olah raga malam selama Ramadhan, bisa atau tidak?

Pada dasarnya untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk berolahraga selama bulan Ramadhan tergantung pada tujuan olahraga dan kondisi tubuh Anda selama berolahraga. Beberapa orang mungkin memilih untuk berlatih satu jam sebelum berhenti puasa karena sudah dekat waktu makan. Sementara ada juga yang berlatih pada malam hari saat tubuh telah mengambil makanan saat berbuka puasa.

Disebutkan di halaman metrotvnews, Dr. A Sari Sri Mumpuni, Sp. JP, spesialis pembuluh darah dan jantung, menjelaskan bahwa olahraga malam bermanfaat sebagai olahraga pagi. Tetapi jika Anda ingin berolahraga di malam hari, Anda masih perlu memperhatikan hal-hal yang berbeda untuk meminimalkan risiko kapan atau setelah pelatihan.

1. Jangan berolahraga segera setelah berbuka puasa

Jika Anda ingin berolahraga di malam hari, yaitu setelah istirahat, yang terbaik adalah menunggu sekitar 2-3 jam setelah makan. Alasannya, saat melakukan olahraga dengan kondisi tubuh yang sehabis makan akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat berolahraga.
2. Jangan terlalu dekat dengan waktu tidur

Olahraga sebaiknya tidak dilakukan dekat dengan tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari. Jika Anda ingin berolahraga setelah shalat tarawih, Anda perlu memperkirakan waktu pelatihan untuk menyelesaikan 2-3 jam sebelum tidur.

3. Pilih jenis latihan yang tepat

Jenis olahraga di malam hari ketika puasa yang baik adalah latihan kardio seperti treadmill, berjalan atau bersepeda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan gerakan ringan untuk melatih otot, pushup, sit up, dan yoga. Anda dapat melakukan olahraga kompetitif seperti futsal. Namun, tidak dianjurkan karena jenis olahraga ini membutuhkan banyak energi dan konsentrasi, sedangkan tubuh tidak fit seperti pagi hari, sehingga konsentrasi tidak optimal.
4. Lakukan latihan intensitas ringan hingga sedang

Selain jenis olahraga, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu intensitas latihan yang dilakukan. Saat melakukan olahraga di malam hari jangan lakukan intensitas tinggi dan latihan durasi lama. Karena ini akan membuat Anda rentan terhadap cedera sendi atau otot. Jadikan olahraga dengan intensitas cahaya hingga sedang secara konsisten.

5. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga

Yang tidak kalah penting adalah jangan lupa untuk menghangatkan dan menyegarkan diri Anda sebelum dan sesudah pelatihan. Karena ketika Anda berolahraga tubuh memaparkan asam laktat yang harus diturunkan. Jika tubuh tidak memanas, ia akan kaget sehingga bisa menyebabkan kram otot. Begitu pula jika tidak dingin.
6. Puaskan asupan cairan Anda

Bahkan jika Anda berlatih di malam hari yang tidak terkena suhu tinggi, Anda masih perlu memastikan tubuh Anda mengalami dehidrasi dengan benar. Cairan yang hilang oleh tubuh selama latihan malam hari pada dasarnya sama dengan jumlah cairan yang dibuat di pagi hari. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memenuhi asupan cairan setelah berolahraga.

Baca juga: