Pengertian Otoritas Jasa Keuangan dan Funginya

Kali ini kita akan membahas definisi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) beserta tanggung jawab, wewenang dan prinsipnya. Penjelasan ini …

Daftar isi:
Memahami OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Informasi dasar tentang pengaturan OJK
1. Kekuatan hukum
2. Mengembangkan industri jasa keuangan
3. Cluster Lembaga Jasa Keuangan
4. Perlindungan konsumen
Tanggung jawab dan Kewenangan OJK
Kewajiban OJK
Salad OJK
Prinsip Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
1. Prinsip independensi
2. Prinsip kepastian hukum
3. Prinsip kepentingan publik
4. Prinsip keterbukaan
5. Prinsip profesionalisme
6. Prinsip Integritas
7. Prinsip tanggung jawab
Bagikan ini ::

Memahami OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

OJK adalah badan pemerintah yang fungsi dan tanggung jawabnya untuk mengimplementasikan kerangka kerja pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi untuk industri jasa keuangan.

Beberapa layanan keuangan yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meliputi:

Layanan perbankan
Pasar modal
Asuransi
Dana pensiun
Lembaga keuangan
Dan banyak lembaga jasa keuangan lainnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didirikan berdasarkan UU No. 21 Juni 2011 OJK adalah badan pemerintah independen yang tidak mengganggu pihak ketiga dalam pelaksanaan tugasnya.

Informasi dasar tentang pengaturan OJK

Definisi OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Latar belakang pendirian OJK terkait dengan kebutuhan untuk mengatur beberapa lembaga pelaksana yang bertanggung jawab atas regulasi dan pengawasan industri jasa keuangan.

Dengan mengacu pada definisi OJK, berikut adalah beberapa alasan pembentukan FSA:

1. Kekuatan hukum
Undang-undang ini mengesahkan pembentukan otoritas pengawas di sektor jasa keuangan, yang meliputi perbankan, asuransi, sekuritas, dana pensiun, modal ventura, jasa keuangan, dan lembaga lain yang mengelola dana publik.

Baca juga: Pemasaran Kolaboratif

2. Mengembangkan industri jasa keuangan
Globalisasi, inovasi dalam sistem keuangan dan kemajuan pesat dalam teknologi informasi membuat sektor keuangan sangat dinamis, kompleks, dan saling tergantung.

3. Cluster Lembaga Jasa Keuangan
Lembaga jasa keuangan dengan berbagai sektor jasa keuangan harus diawasi oleh berbagai kegiatan bisnis (konglomerat).

Misalnya, bank memiliki anak perusahaan di bidang asuransi, keuangan, sekuritas dan dana pensiun.

4. Perlindungan konsumen
Layanan keuangan yang canggih pasti meningkatkan masalah dan penyimpangan dalam industri.

Oleh karena itu, pendidikan konsumen terkait, perlindungan konsumen dan fungsi pemulihan hukum diperlukan.

Tanggung jawab dan Kewenangan OJK
Seperti yang kami sebutkan secara singkat dalam definisi OJK, OJK umumnya memiliki kewajiban dan wewenang terkait dengan penerapan sistem pengawasan dan pengawasan industri jasa keuangan Indonesia.

Seperti yang didefinisikan sebelumnya oleh OJK, berikut adalah beberapa tanggung jawab dan wewenang FSA:

Kewajiban OJK

Ada total 3 tugas OJK, termasuk:

Peraturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan dan non-perbankan.
Regulasi dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal.
Mengatur dan mengawasi kegiatan layanan keuangan di sektor asuransi, dana pensiun, keuangan, dan lembaga keuangan lainnya.

Sumber > www.pakguru.co.id